Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Pemerintah Bantu Sepenuhnya Penanganan Banjir Bandang Kota Ternate

Pemerintah Bantu Sepenuhnya Penanganan Banjir Bandang Kota Ternate

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 27 Agu 2024
  • visibility 319
  • comment 0 komentar

Redaksi24, Ternate – Penanganan darurat banjir bandang di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, masih berlangsung hingga hari ini, Selasa (27/8). Pemerintah Pusat melalui BNPB berkomitmen untuk mengawal setiap fase hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana

Pemerintah Pusat akan mendukung penanganan darurat yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan rumah warga. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto di lokasi bencana, Selasa (27/8).

Suharyanto menggarisbawahi, komitmen ini sesuai arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yang juga hadir di Kelurahan Rua.

“Jadi atas saran Bapak Menko, kami pastikan Pemerintah Pusat, melalui BNPB, akan mendukung sepenuhnya kebutuhan penanganan bencana, mulai tanggap darurat hingga pascabencana,” ujar Suharyanto.

Terkait dengan rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah pusat akan memberikan stimulan bantuan kepada warga yang rumahnya rusak berat hingga ringan. Suharyanto menyampaikan, bantuan sebesar Rp60 juta untuk stimulan rumah rusak berat, selanjutnya Rp30 juta rusak sedang dan Rp15 juta rusak ringan.

Sementara itu, mengenai proses rehabilitasi dan rekonstruksi Muhadjir menyampaikan pemerintah akan memiliki beberapa skema. Secara teknis hal tersebut akan didiskusikan lebih lanjut oleh pemerintah daerah dan unsur terkait.

Menurutnya, setelah adanya rekomendasi dari Pemerintah Kota Ternate, masyarakat di wilayah terdampak membutuhkan program relokasi. Muhadjir mengatakan, kawasan terdampak memiliki catatan historis ratusan tahun menjadi jalan air dan jalur turunnya sedimen material vulkanik Gunung Gamalama.

“Supaya kejadian ini tidak terulang, daerah ini harus dijadikan zona non-pemukiman,” tambah Muhadjir.

Lebih lanjut relokasi tetap membutuhkan kajian yang akan melibatkan Pemerintah Kota Ternate, BNPB dan institusi terkait lain. Muhadjir menambahkan, sangat mungkin mereka yang tidak terdampak pun juga akan direlokasi.

“Sangat mungkin mereka yang tidak terdampak pun juga harus direlokasi kalau mereka berada di lokasi berbahaya,” terang Muhadjir.

Sebelum meninjau lokasi terdampak, Menko PMK Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB Suharyanto menyempatkan untuk bertemu para penyintas di pos pengungsian. Sekitar 150 warga terkonsentrasi di SMK 4 Kastela. Mengakhiri kunjungan, Menko PMK memberikan kepada warga penyintas bantuan pangan dan non-pangan, yang disediakan oleh BNPB.

Turut hadir pada kunjungan kerja Kepala BNPB di antaranya Pj Gubernur Maluku Utara, Wali Kota Ternate, Kapolda Maluku Utara dan unsur forkopimda serta Deputi Bidang Penanganan Darurat dan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB. (Hum/red)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Respon Cepat IWIP Menghadapi Banjir di Halmahera Tengah

    Respon Cepat IWIP Menghadapi Banjir di Halmahera Tengah

    • calendar_month Rab, 24 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Weda, Redaksi24-PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menunjukkan respon cepat dan sigap dalam menghadapi bencana banjir yang melanda sejumlah desa di wilayah Halmahera Tengah pada akhir pekan lalu. Hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari telah menyebabkan sejumlah desa di sekitar kawasan industri tergenang air, mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas warga setempat. Sebagai […]

  • Bakal Ketemu Presiden, Ini yang akan di Sampaikan Paslon Aliong-Sahril

    Bakal Ketemu Presiden, Ini yang akan di Sampaikan Paslon Aliong-Sahril

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 4.664
    • 0Komentar

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=IP2tkCO9fO0[/embedyt] Post Views: 1,030

  • Atraksi Bambu Gila Meriahkan Festival Akebay Pulau Maitara

    Atraksi Bambu Gila Meriahkan Festival Akebay Pulau Maitara

    • calendar_month Jum, 19 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    R24,Maitara, Atraksi Bambu Gila seringkali dilakukan dalam berbagai ivent salah satunya kegiatan Festival Akebay 2024 untuk melestarikan kearifan lokal dan memberikan hiburan kepada pengunjung guna menarik kunjungan wisatawan dari potensi kebudayaan dan sektor pariwisata di Pulau Maitara. Bambu Gila adalah salah satu permainan rakyat Maluku Utara. Pelaksanaannya memerlukan tujuh orang dengan seorang pawang yang membacakan […]

  • Tim PKK Gerak cepat Salurkan Konsumsi Pengungsi Bencana Banjir Halmahera Tengah

    Tim PKK Gerak cepat Salurkan Konsumsi Pengungsi Bencana Banjir Halmahera Tengah

    • calendar_month Kam, 25 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Halteng- Tim Penggerak PKK, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, gerak cepat merespon bencana banjir yang terjadi di 6 Desa di Kecamatan Weda Utara dan Kecamatan Weda Tengah.Tim PKK Gerak cepat Salurkan Konsumsi Pengungsi Bencana Banjir Halmahera Tengah Halmahera Tengah – Tim Penggerak PKK, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, gerak cepat merespon bencana banjir yang terjadi […]

  • Kondisi Pasca Banjir BandangTapanuli Selatan photo_camera 3

    Kondisi Pasca Banjir BandangTapanuli Selatan

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Redaksi24, Kondisi pasca banjir wilayah di Desa Hotagodang , Batangtoru, Tapanuli Selatan pada Minggu (30/11). Post Views: 335

  • “Isu Murahan Terbantahkan: Jubir IMS Adil, Angka Bicara”

    “Isu Murahan Terbantahkan: Jubir IMS Adil, Angka Bicara”

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Redaksi24, Halteng–  Juru bicara tim IMS ADIL, Hamdan Halil angkat bicara. Menurtnya, Lahan di Tilope adalah lahan bekas PTPN yang menjadi hak pengelolaan Pemda Provinsi Maluku Utara, bukan Pemda Halteng. lahan tersebut selama ini tidak dimanfaatkan dan menjadi lahan tidur. Selain ada tempat peternakan juga terdapat bekas bangunan perguruan tinggi yang dibangun oleh Yasin M.T. […]

expand_less