- account_circle Redaksi
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

R24. HALUT-Suasana religius dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pembukaan Festival Malam Ela-Ela di halaman Masjid Al-Mukarammah, Desa Bobawa, Kecamatan Malifut, Senin (16/3/2026). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Halmahera Utara Kasman Hi. Ahmad.
Festival yang diinisiasi oleh Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bobawa tersebut berlangsung meriah, menampilkan perpaduan nilai keagamaan dan budaya yang kental. Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi sejak awal hingga akhir acara.
Dalam sambutannya, Wabup Kasman menegaskan bahwa Festival Malam Ela-Ela bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan memiliki makna historis dan spiritual yang mendalam sebagai bagian dari perjalanan peradaban Islam di daerah tersebut.
“Festival ini bukan hanya kegiatan biasa, tetapi menjadi titik tolak peradaban Islam. Kita sedang merawat sejarah dan memperkuat identitas keagamaan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan berskala besar dengan kualitas yang tidak kalah dari event tingkat kabupaten.
“Dari tarian yang ditampilkan, terlihat keseriusan panitia. Ini membuktikan bahwa kegiatan desa pun bisa dikemas secara profesional dengan nuansa agama dan budaya yang kuat,” tambahnya.
Wabup Kasman turut mengulas sejarah Festival Ela-Ela yang berakar dari masyarakat Pulau Makian, khususnya pasca peristiwa letusan Gunung Kie Besi yang mendorong perpindahan warga ke wilayah Halmahera Utara.
“Saudara-saudara dari Makian kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Halmahera Utara. Secara sosiologis, mereka menyatu dan memberi warna dalam kehidupan masyarakat di daerah ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Festival Ela-Ela sejalan dengan visi-misi kepemimpinan Piet–Kasman, yakni mewujudkan masyarakat yang setara, sehat, aman, terdidik, berbudaya, dan sejahtera.
“Festival ini adalah simbol perjalanan dari kegelapan menuju cahaya. Nilai-nilai keislaman yang terkandung di dalamnya harus terus dijaga dan diwariskan,” ungkapnya.
Ke depan, Wabup berharap festival ini dapat dikembangkan dengan menambahkan kegiatan edukatif dan keagamaan, mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan, sehingga manfaatnya semakin luas bagi generasi muda.
“Terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan ini. Festival Ela-Ela harus terus menjadi agenda tahunan yang membanggakan, khususnya di Kecamatan Malifut,” tutupnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pawai obor yang dimulai dari Masjid Al-Mukarammah dan mengelilingi Desa Bobawa sesuai rute yang telah ditentukan panitia, menambah semarak suasana malam yang penuh makna.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DPRD Halmahera Utara Eka Putra, Ketua Baznas Rustam Jafar beserta jajaran, para imam, Kapolsek Malifut, Camat Malifut, kepala desa, serta masyarakat setempat.
- Penulis: Redaksi
