R24, HALTENG – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, terus mendorong pemerataan pembangunan melalui peningkatan infrastruktur jalan, jembatan, dan penyediaan air bersih guna memperkuat konektivitas antarwilayah.
Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, mengatakan peningkatan kualitas jalan dan jembatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk menghubungkan desa dan kecamatan, mulai dari Kecamatan Weda Selatan hingga Patani Timur dan Pulau Gebe.
Berdasarkan data 2025–2026, total jaringan jalan daerah di Halmahera Tengah tercatat sepanjang 802,375 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 509,33 kilometer berada dalam kondisi baik atau telah beraspal hotmix, sementara 293,04 kilometer lainnya masih membutuhkan perhatian dan penanganan pemerintah daerah.
Salah satu upaya pengembangan konektivitas dilakukan melalui pembukaan ruas jalan baru koridor Kulo–Ekor yang menghubungkan Kabupaten Halmahera Tengah dengan Kabupaten Halmahera Timur.
Selain infrastruktur jalan, pemerintah daerah juga memperkuat penyediaan air bersih melalui kolaborasi dengan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).
Dalam kerja sama tersebut, telah dibangun instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) Weda dengan kapasitas 15.000 meter kubik per hari dan WTP Lelilef dengan kapasitas 7.000 meter kubik per hari.
Ikram menegaskan, pembangunan infrastruktur air bersih harus diikuti dengan pengelolaan operasional dan sistem distribusi yang andal agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mencatat sejumlah perkembangan pada indikator kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikan Bupati, persentase penduduk miskin di Halmahera Tengah menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022, angka kemiskinan tercatat sebesar 12 persen. Kemudian turun menjadi 11,44 persen pada 2023, 10,71 persen pada 2024, dan 9,16 persen pada 2025.
Sementara berdasarkan rilis BPS September 2026, angka kemiskinan kembali turun menjadi 8,77 persen. Dengan demikian, terjadi penurunan sebesar 3,23 poin persentase dibandingkan 2022.
Tidak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Halmahera Tengah juga mengalami peningkatan dari 71,57 pada 2025 menjadi 72,41 pada 2026.
Peningkatan tersebut turut diikuti perbaikan sejumlah indikator pembangunan manusia. Usia harapan hidup meningkat dari 70,90 tahun menjadi 71,13 tahun. Rata-rata lama sekolah naik dari 9,21 tahun menjadi 9,45 tahun, sedangkan harapan lama sekolah meningkat dari 13,69 tahun menjadi 13,72 tahun.
Ikram mengatakan, penurunan angka kemiskinan dan peningkatan IPM merupakan indikator yang perlu terus dijaga melalui program pembangunan yang tepat sasaran, terarah, dan terukur.
Ia juga menegaskan bahwa pemerataan pembangunan harus menjadi prinsip utama pemerintah daerah, sehingga tidak ada wilayah yang tertinggal hanya karena jaraknya dari pusat pemerintahan.
Menurutnya, masyarakat di wilayah pesisir, kepulauan, pedalaman, maupun kawasan industri harus memperoleh akses pelayanan dasar secara adil.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berkomitmen melanjutkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah.
No comments yet.