Respon Cepat Polairud Marnit Pulau Obi Evakuasi Delapan Korban Tenggelamnya Longboat di Perairan Pulau Obi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar

Redaksi24, HALSEL-Respon cepat dan koordinasi solid yang dipimpin oleh Polairud Marnit Pulau Obi berhasil menyelamatkan delapan orang dari musibah tenggelamnya longboat. Kejadian ini terjadi di perairan Pulau Obi, Rabu (21/1) lalu.
Personel Polairud Marnit Obi pertama kali melihat longboat “Do’a Istriku” dalam kondisi tenggelam pada pukul 16.10 WIT. Langkah awal penyelamatan segera dilakukan dengan mengerahkan longboat dan kapal patroli KP.XXX 1007 menuju lokasi kejadian.
Dalam proses evakuasi, tim gabungan membangun sinergi dengan elemen masyarakat dan kapal komersial di sekitar lokasi. Kapal TB. Seroja Hercules membantu mengevakuasi tujuh korban, sementara satu korban lainnya berhasil diselamatkan oleh longboat nelayan. Upaya penyelamatan kemudian difokuskan pada pengangkatan longboat yang tenggelam. Kapal TB. Harmony berhasil menarik longboat ke perairan dangkal Pantai Mala-Mala, dan dengan bantuan longboat masyarakat serta SB. Trimegah Patrol 01 milik PT. Harita, longboat berhasil dibawa ke darat.
Pada pukul 17.30 WIT, seluruh proses evakuasi dinyatakan selesai di bawah koordinasi Polairud Marnit Obi. Kedelapan korban selamat, yang seluruhnya merupakan Anak Buah Kapal (ABK) dari KM. Cinta Umroh, kemudian diangkut menggunakan SB. GPS 05 milik PT. Harita untuk kembali ke kapal induk mereka di Kepulauan Mala-Mala.
Berdasarkan analisis awal Polairud Marnit Obi, kecelakaan ini diduga disebabkan oleh kombinasi faktor teknis dan alam yakni mesin longboat yang mati, kelebihan muatan, serta kondisi cuaca buruk dengan ombak besar di perairan Kawasi, Obi.
Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan melengkapi diri dengan alat keselamatan sebelum berlayar serta memastikan kondisi kapal dengan baik.
“Keselamatan adalah hal utama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak memaksakan perjalanan laut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan,” tegasnya.
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan pelayaran, khususnya dalam memperhatikan kapasitas muatan dan kondisi cuaca sebelum berlayar.
- Penulis: Redaksi

