Breaking News
light_mode
Beranda » Pariwisata » Harita Nickel Buka Pelatihan Bahasa Mandarin, Jawab Tantangan Industri Global

Harita Nickel Buka Pelatihan Bahasa Mandarin, Jawab Tantangan Industri Global

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
  • visibility 213
  • comment 0 komentar

Redaksi24, Halsel – Di tengah geliat industri nikel yang kian kompetitif dan terbuka terhadap investasi asing, Harita Nickel kembali mengambil langkah strategis dalam pemberdayaan generasi muda. Melalui program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda (PELITA) yang kini memasuki batch ketiga, perusahaan ini mengarahkan fokus pelatihan pada kemampuan berbahasa Mandarin, bahasa yang kini memegang peranan penting dalam komunikasi industri global.

Setelah dua angkatan sebelumnya berhasil mencetak puluhan tenaga kerja terampil di bidang teknis, seperti operator untuk wheel loader dan overhead crane, kali ini Harita Nickel mempersiapkan pemuda dari desa Soligi dan Kawasi untuk menghadapi tantangan yang lebih global: komunikasi lintas budaya.

“PELITA bukan sekadar pelatihan keterampilan, tapi bagian dari strategi besar kami dalam membekali pemuda lokal dengan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” ujar Ifan Farianda, Community Development Manager Harita Nickel. “Kami ingin mereka punya daya saing, bukan hanya di tingkat lokal, tapi juga nasional bahkan internasional.”

Pemilihan bahasa Mandarin sebagai fokus pelatihan bukan tanpa alasan. Seiring meningkatnya kolaborasi dengan mitra kerja dari Tiongkok, komunikasi menjadi salah satu tantangan yang kerap muncul di lapangan. Harita Nickel merespons tantangan ini dengan membangun kapasitas anak-anak muda di sekitar wilayah operasionalnya.

“Bahasa Mandarin kini menjadi salah satu bahasa internasional paling strategis. Tenaga kerja lokal yang bisa menjembatani komunikasi tentu sangat dibutuhkan,” lanjut Ifan.

Untuk menyelenggarakan pelatihan ini, Harita Nickel menggandeng lembaga pelatihan bahasa berbasis di Jakarta yang juga memiliki jejaring internasional di Singapura. Program ini akan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan, dengan materi mencakup tiga level sertifikasi HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) yakni: HSK 1, HSK 2, dan HSK 3, yang merupakan standar internasional dalam penguasaan bahasa Mandarin.

Sebanyak 30 peserta terpilih dari desa Soligi dan Kawasi mengikuti pelatihan ini. Mereka dibagi dalam dua kelompok utama: kelas reguler untuk lulusan SMA yang belum bekerja, serta kelas pelajar bagi siswa SMA kelas dua dan tiga. Strategi ini, menurut Ifan, bertujuan memberikan bekal sejak dini sebelum para peserta masuk ke dunia kerja atau bahkan melanjutkan studi ke luar negeri.

“Target kami adalah agar peserta dapat mencapai HSK level 3. Dengan sertifikasi ini, mereka sudah mampu melakukan komunikasi dasar dalam lingkungan kerja, termasuk sebagai penerjemah pemula atau staf administrasi,” jelasnya.

Namun, suksesnya program ini tak lepas dari dukungan banyak pihak. Ifan menekankan pentingnya sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan keluarga peserta. “Kami percaya, jika semua elemen bekerja sama, hasilnya akan nyata: pemuda yang lebih siap, lebih percaya diri, dan lebih berdaya.”

Melalui PELITA, Harita Nickel tak hanya membangun kompetensi individu, tetapi membawa desa-desa di pesisir pulau Obi menuju peta ekonomi global yang lebih besar.

Tentang Harita Nickel

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel merupakan bagian dari Harita Group yang mengoperasikan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi berkelanjutan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Selain IUP Pertambangan, perusahaan sejak 2017 telah memiliki pabrik peleburan (smelter) nikel saprolit dengan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan sejak 2021 juga memiliki fasilitas pengolahan dan pemurnian (refinery) nikel limonit dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di wilayah operasional yang sama. Kedua fasilitas tersebut hadir untuk mendukung amanat hilirisasi dari pemerintah Indonesia.

Harita Nickel menjadi pionir di Indonesia dalam pengolahan dan pemurnian nikel limonit (kadar rendah) dengan teknologi HPAL. Teknologi ini mampu mengolah nikel limonit yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, menjadi produk bernilai strategis berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Dengan teknologi yang sama, MHP sebagai intermediate product telah berhasil diolah menjadi produk akhir berupa Nikel Sulfat (NiSo4) yang merupakan material inti pembuatan katoda sumber energi baru, yaitu baterai kendaraan listrik.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemda Pulau Taliabu Raih Apresiasi dari Kementerian ESDM dalam Pengembangan Energi Terbarukan

    Pemda Pulau Taliabu Raih Apresiasi dari Kementerian ESDM dalam Pengembangan Energi Terbarukan

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Redaksi24, Tangerang– Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mendapatkan apresiasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) atas komitmennya dalam pengembangan energi terbarukan. Penghargaan ini diberikan dalam acara penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan Naskah Hibah Barang Milik Negara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (DJEBTKE). […]

  • Temukan 38 Granat Diduga Sisa Perang Dunia II

    Temukan 38 Granat Diduga Sisa Perang Dunia II

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Redaksi24, Halut- Warga Desa Towara, Kecamatan Galela, Halmahera Utara, dikejutkan dengan penemuan 38 granat dan Amunisi Kaliber 28 butir  yang diduga merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II. Penemuan ini terjadi saat seorang warga sedang menggali tanah untuk membuat pondasi rumah, pada Minggu sore (22/09/24) Video penemuan granat tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama […]

  • PEDULI WARGA , BABINSA KORAMIL 12/ TULIS MENGHIMBAU DAN MONITORING BANJIR DI WILAYAH BINAANNYA

    PEDULI WARGA , BABINSA KORAMIL 12/ TULIS MENGHIMBAU DAN MONITORING BANJIR DI WILAYAH BINAANNYA

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.266
    • 0Komentar

    Redaksi24, Batang – Pasca hujan lebat yang mengguyur kota Batang, jajaran Babinsa Koramil 12/Tulis Kodim 0736/Batang Serda Yoga melaksanakan pengecekan dan monitoring daerah rawan banjir akibat luapan air. Pada kesempatan tersebut Babinsa desa tulis Serda Yoga menghimbau warga agar tetap waspada bila terjadi luapan air susulan akibat curah hujan tadi malam dan sementara kondisi saat […]

  • Bukan Sekadar Kewajiban Hukum, Harita Nickel Transformasikan Reklamasi Jadi Komitmen Pemulihan Ekosistem

    Bukan Sekadar Kewajiban Hukum, Harita Nickel Transformasikan Reklamasi Jadi Komitmen Pemulihan Ekosistem

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Redaksi24, Jakarta– Di tengah tuntutan global akan praktik pertambangan yang berkelanjutan (responsible mining), paradigma mengenai reklamasi pascatambang di Indonesia mulai bergeser. Tidak lagi sekadar dipandang sebagai syarat administratif untuk mempertahankan izin operasi, reklamasi kini bertransformasi menjadi strategi inti perusahaan untuk memulihkan fungsi vital lingkungan. Selama bertahun-tahun, istilah reklamasi sering kali disalah artikan oleh banyak pihak […]

  • Pulau Sayafi dan Pulau Liwo, Surga Tersembunyi di Halmahera Tengah Ramai dikunjungi Wisatawan

    Pulau Sayafi dan Pulau Liwo, Surga Tersembunyi di Halmahera Tengah Ramai dikunjungi Wisatawan

    • calendar_month Jum, 2 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Redaksi24, Halteng- Dua pulau di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, yakni Pulau Sayafi dan Pulau Liwo, kini menjadi destinasi favorit wisatawan lokal. Kedua pulau ini dikenal memiliki keindahan alam yang masih alami, dengan pasir putih bersih, air laut yang jernih, serta terumbu karang dan beragam biota laut. Pulau Sayafi dan Liwo terletak di wilayah Kecamatan […]

  • Operasi Modifikasi Cuaca Serentak

    Operasi Modifikasi Cuaca Serentak

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle BNPB
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Redaksi24, -Sebagai respons terhadap peningkatan risiko bencana hidrometeorologi yang kini tengah dihadapi oleh Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, BNPB memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara serentak. Operasi lintas kementerian dan lembaga ini berfungsi sebagai dukungan mitigasi dan penanganan darurat dengan tujuan utama mengurangi potensi curah hujan di kawasan rawan bencana melalui rekayasa pengalihan […]

expand_less