Opening Ceremony Malut Halal Fair 2026
- account_circle Redaksi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (“KPwBI”) Provinsi Maluku Utara resmi membuka penyelenggaraan Malut Halal Fair 2026 dengan tema “Halal Synergy Membangun Ekonomi Syariah Mandiri” di Gedung Dhuafa Center (4/3).
Opening Ceremony Malut Halal Fair 2026 dihadiri oleh Gubernur Maluku Utara selaku Ketua Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (“KDEKS”) Maluku Utara – Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Maluku Utara – H. Sarbin Sehe, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah – KH. Sholahudin Al Aiyub, forum komunikasi pimpinan daerah Provinsi Maluku Utara, organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, akademisi, media lokal, dan undangan dari berbagai kalangan lainnya.
Kh. Sholahudin selaku Direktur Eksekutif KNEKS dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara atas komitmennya menjadikan ekonomi syariah sebagai program prioritas pembangunan daerah.
Beliau menekankan bahwa penyelenggaraan Maluku Utara Halal Fair 2026 merupakan bukti nyata bahwa ekonomi syariah telah bertransformasi dari sekadar kegiatan seremonial menjadi arus utama yang terintegrasi dalam dokumen perencanaan pembangunan.
Melalui penguatan literasi dan sinergi lintas instansi—termasuk bersama Bank Indonesia dan KDEKS—beliau optimis inisiatif ini akan memperkokoh ekosistem halal serta menjadikan Maluku Utara sebagai model keberhasilan ekonomi syariah di kawasan Timur Indonesia.
Selanjutnya, Kepala Perwakilan BI Maluku Utara (KPwBI) Maluku Utara, Handi Susila dalam paparannya menegaskan komitmen dalam mendorong pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (“EKSyar”) melalui penyelenggaraan rangkaian kegiatan National Halal Fair yang ke-2 kali dilaksanakan di Maluku Utara, di mana penyelenggaraan pertama kalinya adalah pada bulan Ramadan tahun 2025 berkat sinergi utama bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia menyampaikan bahwa Malut Halal Fair 2026 mengusung 3 (tiga) pilar utama pengembangan ekonomi syariah, yaitu penguatan Halal Value Chain, penguatan sektor keuangan syariah, serta optimalisasi pemanfaatan dana sosial syariah yang diiringi dengan peningkatan literasi ekonomi syariah masyarakat.
Adapun perlu diketahui bahwa Provinsi Maluku Utara memiliki modalitas yang kuat dengan 1,026 juta jiwa penduduk muslim dari total 1,36 juta penduduk (75,7%). Melalui pangsa pasar yang besar di tingkat nasional dan karakteristik penduduk di Maluku Utara, kontribusi EKSyar masih memiliki peluang yang sangat besar untuk terus dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif.
Oleh karena itu, melalui kegiatan Malut Halal Fair 2026 diharapkan tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai ajang promosi produk halal, melainkan juga menjadi sarana edukasi masyarakat, peningkatan literasi ekonomi syariah, serta penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (“UMKM”), hingga komunitas masyarakat.
Berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan pada Malut Halal Fair 2026 antara lain (i) talkshow dan sosialisasi terkait business matching pembiayaan UMKM, edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah dan QRIS, serta literasi ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat luas, (ii) kompetisi seperti lomba cerdas cermat ekonomi EKSyar, lomba business plan pengembangan pondok pesantren mandiri, lomba modest fashion designer, lomba halal chef, lomba konten EKSyar, hingga lomba dakwah EKSyar, (iii) bazaar UMKM binaan KPwBI Maluku Utara baik produk makanan minuman olahan hingga wastra lokal, (iv) layanan sertifikasi halal gratis melalui program SEHATI, edukasi dan penaluran ZISWAF, serta (v) layanan penukaran uang bagi masyarakat selama periode kegiatan berlangsung.
Adapun dalam kegiatan Malut Halal Fair 2026 telah dilakukan pula kegiatan layanan penukaran uang sebagai bagian dari program SERAMBI sejak 4 Maret 2026 yang mana program ini telah dimulai serentak secara nasional pada 13 Februari 2026.
Dari total Rp933 miliar yang disiapkan untuk periode Ramadan dan Idulfitri, sebesar Rp149,498 miliar telah terealisasi. Realisasi tersebut terdiri dari penarikan perbankan senilai Rp132,469 miliar dan penukaran masyarakat sebesar Rp17,029 miliar. Penukaran di Duafa Center tersebut berlangsung hingga 6 Maret 2026 melalui aplikasi PINTAR dengan membawa KTP serta bukti pemesanan saat bertransaksi.
Pada Opening Ceremony Malut Halal Fair 2026, Gubernur Maluku Utara menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Malut Halal Fair 2026 sebagai langkah strategis dalam mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berbasis potensi unggulan daerah.
Gubernur menegaskan bahwa Maluku Utara memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan industri halal di kawasan timur Indonesia, didukung oleh kekuatan sektor pertanian, perikanan, UMKM, serta karakter masyarakat yang religius.
Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Bank Indonesia, lembaga keuangan syariah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat sertifikasi halal, memperluas akses pembiayaan syariah, serta meningkatkan literasi ekonomi syariah, sehingga ekosistem halal di Maluku Utara dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
- Penulis: Redaksi
