R24, HALUT— Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) menggelar kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada Kamis, 24 September 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Inflasi Terjaga Langkah Maju Membangun Halmahera Utara” ini berlangsung di Ruang Meeting Fredy Tjandua, Kantor Bupati Halut, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo.
Bupati Halut Piet Hein Babua, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh stakeholder yang hadir dan mengatakan bahwa pertemuan ini harus melahirkan gagasan, solusi, dan kebijakan konkret demi menjaga stabilitas harga barang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita tidak boleh menunggu sampai harga semakin tinggi baru melakukan intervensi. Pengendalian inflasi harus dilakukan sejak awal melalui pemantauan harga rutin dari minggu ke minggu, penguatan produksi lokal, pengamanan pasokan, kelancaran distribusi, serta kerja sama antardaerah,” ujar Bupati.
Bupati memaparkan, inflasi di daerah sangat dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga, khususnya komoditas bahan pokok seperti bawang, cabai, dan tomat (Barito). Saat ini, harga cabai di Halut terpantau masih cukup tinggi, ditambah lagi dengan adanya tantangan alam seperti musim panas dan aktivitas erupsi Gunung Dukono yang terus berlangsung.
Kondisi ini berpotensi mengganggu kegiatan produksi pertanian serta jalur distribusi logistik.Meskipun menghadapi tantangan inflasi, Bupati bersyukur atas capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Halmahera Utara yang melonjak sangat signifikan dari 3,89 persen pada tahun 2025 menjadi 11,05 persen berdasarkan evaluasi terbaru Badan Pusat Statistik (BPS).
“Lonjakan yang didorong oleh sektor industri dan pertambangan ini diharapkan tidak sekadar menjadi angka statistik, melainkan berdampak nyata pada pendapatan dan daya beli masyarakat, ” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati melihat adanya potensi besar pada produksi lokal. Berdasarkan pantauan langsung di pasar-pasar, komoditas tomat dan cabai yang dulunya didatangkan dari luar daerah, kini mulai konsisten diproduksi oleh petani lokal Halut.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk membantu petani menjaga kontinuitas produksi melalui perbaikan pola produksi, pemanfaatan teknologi pertanian, sistem distribusi, hingga pembiayaan bersama Bank Indonesia dan para pelaku usaha.
Sebagai wujud nyata dukungan sektor pertanian, acara ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan pertanian secara simbolis kepada kelompok tani yang difasilitasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara.Rangkaian acara pembukaan HLM TPID selesai pada pukul 10.00 WIT dalam situasi yang aman dan kondusif, kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi serta dialog interaktif antar pemangku kebijakan.
No comments yet.