Breaking News
light_mode
Beranda » Pariwisata » Ketapel: Mainan Tradisional Masa Kecil

Ketapel: Mainan Tradisional Masa Kecil

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 26 Jan 2025
  • visibility 887
  • comment 0 komentar

Redaksi24-Ketapel yang juga dikenal dengan sebutan “senapan kayu” di berbagai daerah, merupakan mainan tradisional yang populer di kalangan anak-anak desa. Walaupun kesederhanaannya, ketapel memiliki sejarah yang panjang dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak di pedesaan Indonesia.

Sejarah ketapel bermula jauh ke masa lalu, terutama di wilayah pedesaan, di mana alat ini digunakan untuk berburu atau menangkap burung kecil. Bentuknya yang sederhana namun efektif membuat ketapel mudah dibuat dan digunakan oleh masyarakat desa untuk berburu kebutuhan pangan sehari-hari. Alat ini kemudian bertransformasi menjadi mainan yang menyenangkan bagi anak-anak.

Ketapel pada umumnya terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan anak-anak desa. Kayu, getah pohon, dan karet merupakan bahan utama dalam pembuatan ketapel. Anak-anak desa biasanya mencari cabang pohon yang lentur, kemudian membentuknya menjadi huruf Y, lalu memasang karet yang elastis di kedua ujung cabang tersebut. Karet yang digunakan sering kali diperoleh dari potongan ban bekas atau karet sepatu.

Selain untuk berburu, ketapel menjadi mainan yang sangat menyenangkan bagi anak-anak. Mereka sering menggunakannya untuk menembakkan batu kecil, potongan kayu, atau benda lain ke sasaran tertentu, seperti botol atau kaleng bekas. Aktivitas ini menguji ketangkasan dan keterampilan dalam memanipulasi ketapel, menjadikannya tantangan yang menyenangkan.

Bagi anak-anak desa, ketapel bukan hanya sekadar alat mainan, melainkan juga sebuah simbol kreativitas. Mereka dapat memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di sekitar mereka untuk menciptakan alat yang menyenangkan, sekaligus mengasah keterampilan motorik halus. Ketapel menjadi sarana bagi mereka untuk berimajinasi dan mengembangkan kemampuan mereka dalam hal koordinasi mata dan tangan.

Meski banyak orang menganggap ketapel hanya sebagai mainan anak-anak, dalam kenyataannya alat ini memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa. Selain digunakan untuk berburu burung atau binatang kecil, ketapel juga sering dimanfaatkan untuk menjaga kebun dari hama atau merusak tanaman yang dianggap merugikan.

Meskipun saat ini ketapel lebih dikenal sebagai mainan, pentingnya alat ini dalam kehidupan masyarakat desa tidak dapat dipandang sebelah mata. Dalam beberapa kasus, ketapel bahkan menjadi alat yang vital dalam memastikan ketahanan pangan masyarakat desa, terutama di daerah-daerah terpencil.

Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, ketapel semakin jarang dimainkan oleh anak-anak di kota. Namun, di banyak desa, ketapel tetap menjadi bagian dari budaya masa kecil yang tidak tergantikan. Anak-anak desa yang masih memainkan ketapel hingga kini, menjadikannya sebagai kenangan manis yang terus diwariskan.

Ketapel mungkin sudah jarang ditemukan di kalangan anak-anak kota, tetapi di desa-desa, ketapel tetap menjadi simbol dari kreativitas dan kesederhanaan yang khas. Ketapel mengingatkan kita akan pentingnya menjaga tradisi dan mengenang kembali masa kecil yang penuh keceriaan, meskipun dengan alat yang sederhana.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Kesehatan Letakkan Batu Pertama Pembanguanan RSUD Maba

    Menteri Kesehatan Letakkan Batu Pertama Pembanguanan RSUD Maba

    • calendar_month Ming, 9 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Redaksi24, Haltim-Menteri Kesehatan (Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin meletakkan batu pertama pembangunan RSUD Kota Maba Kabupaten Halmahera Timur pada Minggu ( 09/03/25) Dalam sambutannya, Budi Gunadi mengatakan, pembangunan RSUD Kota Maba menggunakan dana APBN yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas RSUD tersebut, dalam hal akses pelayanan kesehatan lebih cepat dan efektif, fasilitas alat kesehatan, serta tenaga […]

  • Sambangi Kodim Weda, Pangdam Berpesan : Prajurit Wajib Netral Dalam Pemilu

    Sambangi Kodim Weda, Pangdam Berpesan : Prajurit Wajib Netral Dalam Pemilu

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Redaksi24, Halteng-Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., M.M. didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XV/Pattimura Ny. Heny Putranto Gatot melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Kodim 1512/Weda. Rabu (30/10/2024) Pangdam beserta rombongan dengan menggunakan pesawat Cassa 212 milik TNI AD mendarat di Bandara Cekel Halteng disambut Pj. Bupati Halteng Bahri Sudirman beserta […]

  • Anjangsana Penuh Cinta di HUT Ke-68 Kodam XV/Pattimura, Danrem 152/Baabullah Sambangi Anak Berkebutuhan Khusus

    Anjangsana Penuh Cinta di HUT Ke-68 Kodam XV/Pattimura, Danrem 152/Baabullah Sambangi Anak Berkebutuhan Khusus

    • calendar_month Rab, 21 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Redaksi24, Ternate – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-68 Kodam XV/Pattimura, Komandan Korem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, melaksanakan kegiatan anjangsana kepada anak-anak berkebutuhan khusus yang bertempat di Makorem 152/Baabullah, pada Selasa (20/5/2025). Kegiatan penuh makna ini turut didampingi oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 152 PD XV/Pattimura, Ny. Wahyu Enoh Solehudin, […]

  • Bapenda Halbar Gratiskan PBB untuk Pengungsi Erupsi Gunung Api Ibu

    Bapenda Halbar Gratiskan PBB untuk Pengungsi Erupsi Gunung Api Ibu

    • calendar_month Rab, 22 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.535
    • 0Komentar

    Redaksi24, Halbar– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Halmahera Barat, Maluku Utara, mengambil langkah peduli terhadap warga terdampak erupsi Gunung Api Ibu dengan menyalurkan bantuan di posko pengungsian, Selasa, 21 Januari 2025. Bantuan tersebut disalurkan melalui program Bapenda Peduli dan diberikan kepada para pengungsi di posko yang terletak di kantor Desa Tongute Sungi. Kepala Bapenda Halbar, Chuzaemah […]

  • Gempabumi Tektonik M 5,6 Guncang Pulau Morotai

    Gempabumi Tektonik M 5,6 Guncang Pulau Morotai

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Redaksi24, Morotai-BMKG, Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisikan mengiformasikan bahwa, di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara diguncang gempa tektonik yang terjadi pada Kamis sore (19/09/24) sekitar pukul 16.45.33 WIT wilayah Pantai Timur. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,25° LU ; 128,70° BT, atau tepatnya […]

  • Program IMS,  Mensejahterakan Guru di Halteng

    Program IMS,  Mensejahterakan Guru di Halteng

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 622
    • 0Komentar

    Redaksi24, Halteng -Kebijakan mantan Pj. Bupati Halmahera Tengah, Ikram M Sangadji, atau sapaan IMS itu, mungkin tidak diketahui banyak publik, namun terobosan yang satu itu ternyata sangat mensejahterakan guru di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Per Januari 2024, program IMS itu telah menunjukkan adanya komitmen yang kuat terhadap peningkatan kesejahteraan guru melalui alokasi Tunjangan Perbaikan Penghasilan […]

expand_less