Redaksi24, Ternate– Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Kota Ternate resmi ditutup. Kegiatan yang menyasar guru, pegiat literasi, dan orang tua ini menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan budaya literasi dan kecintaan membaca sejak dini.
Kepala Bidang Perpustakaan Dispersip Kota Ternate, Diana Joisangadji, mengatakan bahwa Bimtek ini tak hanya melatih kemampuan membaca dan berbicara di depan umum, tetapi juga memperkuat keterampilan berbahasa, menyimak, serta membangun kepercayaan diri peserta. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pemantik tumbuhnya budaya membaca nyaring di rumah, sekolah, dan masyarakat,” ujarnya.
Bimtek tersebut mengacu pada sejumlah regulasi nasional yang mendukung literasi, seperti UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, serta Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020 tentang Gerakan Literasi Sekolah.
Dalam sambutan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah M. Rizal Marsaoly, disebutkan bahwa membaca nyaring adalah metode yang efektif untuk membangun kemampuan literasi anak-anak secara menyenangkan. “Membaca nyaring bukan sekadar aktivitas membaca, tetapi sebuah proses membangun komunikasi dan rasa percaya diri,” ujar Rizal.
Ia juga mendorong agar ruang publik di Ternate bisa difungsikan sebagai pusat-pusat literasi, termasuk di bandara, kantor pemerintahan, dan area publik lainnya. Secara khusus, Rizal meminta Kepala Dispersip Kota Ternate, Safia M. Nur, untuk segera merealisasikan ruang baca di Jalan Siswa. “Banyak siswa yang menunggu jemputan berjam-jam. Ruang baca bisa jadi tempat yang bermanfaat untuk mereka,” katanya.
Penutupan Bimtek ini menjadi awal dari komitmen jangka panjang Dispersip Ternate dalam menjadikan literasi sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat kota. Upaya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membumikan budaya membaca secara inklusif dan berkelanjutan.