Redaksi24@ • Apr 20 2026 • 154 Dilihat

R24, Ternate-Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait persiapan masuknya Kapal Pelni KM Tatamailau di pelabuhan Tobelo Halmahera Utara pada 27 April 2026, pekan depan di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) kelas I Tobelo, (20/04 26).
Turut hadir sejumlah pejabat lingkup pemerintah seyempat dan instnasi lain. Kepala Kantor KPLP Tobelo Saharuddin mengatakan, sebagai pengelola pelabuhan komersial, kami bertanggung jawab dalam menjamin keselamatan, keamanan, serta kelancaran arus logistik di Tobelo.
Upaya Bupati dalam menghadirkan kapal di Kabupaten Halmahera Utara merupakan langkah luar biasa yang menjawab kebutuhan masyarakat. Selama ini, kapal dengan standar keselamatan yang memadai belum beroperasi di Pelabuhan Tobelo. Dengan hadirnya kapal Pelni, diharapkan standar keselamatan dan kenyamanan dapat terpenuhi.
“Fasilitas dasar pelayanan kapal Pelni sebagian besar telah siap, meskipun beberapa fasilitas seperti tangga dan toilet masih memerlukan dukungan tambahan. Untuk sementara, pelayanan dilakukan di dermaga kontainer karena belum tersedia dermaga khusus kapal penumpang,” ungkapnya.
Saharuddin mengatakan, Sistem pelayanan penumpang akan menggunakan terminal dengan tiket berbasis online, didukung petugas Pelni yang standby di lokasi. Rute kapal saat ini meliputi Tobelo –Tidore–Bitung, dengan jalur dari Sorong, dan ke depan akan diusulkan kembali sesuai kebutuhan.
Sementara, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menyampaikan bahwa menindaklanjuti koordinasi Pemerintah Daerah sejak tahun 2024, Kementerian Perhubungan telah menyetujui adanya kapal Pelni yang akan masuk ke Tobelo.
“Pada awalnya kami mengusulkan Kapal Ngapulu, namun berdasarkan informasi terakhir akan menggunakan Kapal Tatamailau. Hal ini merupakan kebijakan pemerintah, dan untuk tahap awal akan dijalankan sambil mengajukan permohonan selama tiga bulan,” jelasnya Bupati.
Menurut Bupati, dalam pelaksanaannya, Pemerintah Daerah telah mempersiapkan berbagai hal, mengingat kapal dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Tobelo pada tanggal 27 April 2026. Kesiapan tersebut meliputi tangga, fasilitas terminal, air bersih, pengelolaan sampah, pengaturan penumpang oleh dinas terkait, serta pengamanan oleh aparat keamanan.
Pada Prinsipnya, sambungnya Karena ini merupakan permintaan Pemerintah Daerah, maka seluruh komponen dan stakeholder, termasuk masyarakat, harus berperan aktif melalui edukasi sebagai bagian dari terobosan dalam membangun interaksi transportasi di Kabupaten Halmahera Utara.
“Dalam masa pemerintahan kami, sektor transportasi terus ditingkatkan, baik darat maupun laut. Untuk transportasi udara, sementara dihentikan karena adanya ketidaksesuaian harga tiket di lapangan, sambil menunggu alternatif dan dukungan agar dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Bupati juga menekankan, Instansi vertikal memiliki peran penting, tidak hanya dalam arus penumpang tetapi juga arus barang yang memerlukan legalitas sebelum didistribusikan.
R24, HALUT-Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, dipimpin langsung oleh Bupati Piet Hein Babua, mele...
R24, HALUT- Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Utara (Halut) Drs.E.J.Papilaya, MTP ,kembali melanti...
R24, HALUT-Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara kembali meraih Predikat Opini Wajar Tanpa Pen...
R24, HALUT– Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23...
R24, HALUT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Utara menggelar Rapat Parip...
R24, TERNATE – Wisata agro melon di Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Ma...
Twelve-year-old Do’a Atef spends her days knocking on doors begging for food, or gathering firewood from a dusty hill near a refugee camp outs...
Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with ...
TERNATE. Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, menghadiri kunjungan kerja Komisi V DPR RI dalam rangka meninjau pembangunan infrastru...
R24, Halmahera Selatan- Industri pertambangan dan peleburan logam kerap dicitrakan sebagai dunia maskulin yang keras, bising, dan berisiko tingg...
R24, HALUT-Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara kembali meraih Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuanga...

No comments yet.