Breaking News
Categories
  • Advtorial
  • Business
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Nasional
  • Opini
  • Papua
  • Pariwisata
  • Technology
  • Jejak Kebiasaan Kecil Menjaga Lingkungan dari Ternate hingga Kawasi  

    Mei 05 2026202 Dilihat

    R24, HALSEL Keberlanjutan lingkungan sering dipahami sebagai isu besar. Padahal, ia hidup dalam keseharian. Dari cara menggunakan listrik, mengelola sampah, hingga menjaga ruang hidup bersama. Perubahan jarang dimulai dari langkah besar. Ia tumbuh dari tindakan sederhana yang dilakukan berulang, lalu menjadi kebiasaan.

    Pada 31 Maret 2007, lebih dari 2,2 juta orang di Sydney mematikan lampu selama satu jam. Aksi ini dikenal sebagai Earth Hour. Sederhana, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil. Seiring waktu, maknanya bergeser. Fokusnya tidak lagi pada satu jam, tetapi pada apa yang dilakukan setelahnya.

    Di titik itu, keberlanjutan tidak lagi bergantung pada momentum. Ia menjadi soal konsistensi. Kesadaran perlu diterjemahkan menjadi praktik yang bisa diulang. Pendekatan ini terlihat dalam dua konteks berbeda: ruang kota dan wilayah pesisir.

    Di Kota Ternate, semangat Earth Hour berkembang menjadi ruang edukasi publik. Untuk kali kedua, Pemerintah Kota Ternate bersama Harita Nickel menggelar Earth Hour 60+ di Benteng Oranje pada 25 April. Selama satu jam pemadaman, masyarakat diajak memberi ruang bagi bumi untuk “beristirahat”, sekaligus mendorong perubahan perilaku sederhana di rumah, seperti mematikan perangkat yang tidak digunakan.

    “Kesadaran menjaga bumi dapat dimulai dari tindakan sederhana di rumah,” jelas Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly.

    Selain pemadaman lampu, masyarakat diajak memahami pengurangan plastik dengan pembagian 1.000 kantong kain, pentingnya ruang terbuka hijau, serta kebiasaan penggunaan energi yang lebih bijak.

    Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate, Muslih Muhammad, melihat kolaborasi ini relevan dengan arah pembangunan kota. “Kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah secara bersamaan mendorong penguatan serta implementasi pengelolaan lingkungan di lapangan,” jelasnya.

    Namun kesadaran di ruang kota memiliki batas jika tidak terhubung dengan realitas yang lebih konkret.

    Aksi Bersih Pantai: Angkut 3,2 Ton Sampah di Kawasi

     Di pesisir Desa Kawasi, Pulau Obi, langkah ini terus berlanjut. Warga bersama karyawan Harita Nickel, serta unsur TNI dan Polri membersihkan garis pantai sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama dalam kelestarian ekosistem laut. Sekitar 3,2 ton sampah dalam waktu singkat berhasil terkumpul dan. dibawa ke fasilitas pengelolaan untuk diproses lebih lanjut di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).

    Kegiatan ini dilanjutkan dengan edukasi pengelolaan sampah. “Botol plastik bisa bertahan hingga ratusan tahun, sementara beberapa jenis limbah seperti styrofoam tidak mudah terurai. Jika masuk ke laut, dampaknya akan kembali ke manusia, termasuk masyarakat pesisir,” jelas Kevin, fasilitator kegiatan dari Harita Nickel, kepada para peserta.

    Pendekatan kegiatan juga dibuat partisipatif. Peserta dibagi dalam kelompok dan mengikuti berbagai tantangan sederhana, seperti pengumpulan sampah terbanyak, kategori sampah terunik, hingga kelompok paling kompak. Hal ini mendorong keterlibatan masyarakat,  termasuk kelompok ibu-ibu desa Kawasi yang tampak paling antusias.

    “Melalui kegiatan ini, kami jadi lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan pantai. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan,” ujar salah satu warga.

    Head of Technical Support Harita Nickel, Dian Kristiyanto, menekankan pentingnya menjaga ekosistem pesisir secara konsisten. “Pesisir dan laut merupakan bagian penting dari ekosistem sekaligus sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, penjagaannya perlu dilakukan secara konsisten dan kolaboratif. Kami rutin selenggarakan kegiatan ini bersama masyarakat,” ujarnya.

    Dua konteks ini menunjukkan pola yang sama. Keberlanjutan terbentuk dari kombinasi kesadaran, tindakan, kolaborasi, dan pengulangan. Seperti dicatat oleh Ian Scoones, seorang peneliti senior di Institute of Development Studies, keberlanjutan menjadi titik temu berbagai aktor dan bekerja lebih efektif ketika diterjemahkan dalam konteks lokal.

    Dari sini, makna keberlanjutan menjadi jelas. Bukan soal satu jam, tetapi kebiasaan yang terus berjalan. Dari Ternate hingga Kawasi, keberlanjutan lingkungan kita adalah kerja bersama yang dilakukan secara nyata dan konsisten.  []

     

     

    Share to

    Related News

    Menko Pangan: KDKMP Harus Jadi Motor Eko...

    by Agu 05 2026

    R24, Ternate, – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta Koperasi Desa/Kelurahan M...

    Wakil Bupati Halmahera Utara Hadiri Semi...

    by Agu 05 2026

    R24, TERNATE – Wakil Bupati Halmahera Utara,  Kasman Hi Ahmad, menghadiri Seminar Nasional Kopera...

    Bakti TNI AD untuk Rakyat Rampung, Infra...

    by Agu 03 2026

    R24, HALTENG– Program Bakti TNI AD untuk Rakyat di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, resmi...

    Pembukaan Open Tournament Sepak Bola Bab...

    by Agu 01 2026

    R24, Ternate-Manager Fuel Terminal Ternate, Giyanto, menghadiri kegiatan pembukaan Open Tournament S...

    Pastikan Tata Ruang Tertib Di Halmhera U...

    by Jul 29 2026

    R24, HALUT-Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua hadir di acara penandatanganan Berita Acara Verifi...

    Pemda Halut Raih Sertifikat Eliminasi Ma...

    by Jul 29 2026

    R24, HALUT- Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menerima sertifikat eliminasi malaria dari Kement...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    Other News

    Bupati Piet Hein Babua Lepas 203 Atlet Halmaher...


    R24, HALUT – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara secara resmi melepas Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Tahun 2026 yang aka...

    03 Jul 2026

    Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Gubernur Mal...


    R24, HALUT – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda berkunjung ke Halmahera Utara, dengan agenda mengunjungi Sekolah SMA Negeri 1 Halmahera ...

    25 Jul 2026

    Pemkab Halut Matangkan Digitalisasi Pajak Daera...


    R24, HALUT— Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara terus mematangkan upaya digitalisasi dalam pengelolaan pendapatan daerah. Langkah tersebut di...

    13 Apr 2026

    Pertumbuhan ekonomi di Halut ditargetkan mencap...


    R24, HALUT- Wabup juga menegaskan bahwa tahun 2027 akan menjadi periode strategis dalam perjalanan pembangunan daerah, sehingga diperlukan peren...

    26 Mar 2026

    Harita Nickel dan Masyarakat Kawasi Perkuat Kol...


    R24, HALSEL– Lebih dari 30 masyarakat Desa Kawasi mengikuti kegiatan Jelajah Warisan Budaya yang diselenggarakan Harita Nickel di Kawasan Indu...

    24 Mei 2026
    back to top