R24, HALUT- Wabup juga menegaskan bahwa tahun 2027 akan menjadi periode strategis dalam perjalanan pembangunan daerah, sehingga diperlukan perencanaan yang matang serta kebijakan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, penetapan target indikator makro menjadi aspek penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan.
Adapun target indikator makro Tahun 2027 yang disampaikan meliputi:
Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 3,88 persen;
Angka kemiskinan ditekan hingga 4,01 persen;
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan meningkat menjadi 71,50;
Tingkat Pengangguran Terbuka ditargetkan turun menjadi 5,62 persen.
Lebih lanjut, Kasman mengingatkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperhatikan sejumlah hal penting, di antaranya menyelaraskan program dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden dalam RPJMN 2025–2029, serta menjadikan program tahun 2027 sebagai instrumen dalam memperkuat konektivitas wilayah dan efektivitas pelayanan publik.
Selain itu, OPD juga diminta mengoptimalkan capaian indikator kinerja daerah, memperhatikan kondisi fiskal daerah yang dipengaruhi penurunan dana transfer pusat, serta memaksimalkan sumber pendanaan dari APBD Provinsi maupun APBN.
“Pimpinan OPD juga perlu memastikan proses perencanaan melalui SIPD berjalan dengan baik, serta menjamin ketersediaan data yang akurat dalam penyusunan dokumen perencanaan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Wabup berharap seluruh peserta dapat mengikuti forum hingga selesai dan menghasilkan kesepakatan yang mampu menjawab berbagai isu strategis pembangunan daerah. Hasil forum ini nantinya akan menjadi bahan dalam Musrenbang RKPD tingkat Kabupaten yang dijadwalkan pada 30 Maret 2026.
No comments yet.