Redaksi24@ • Apr 11 2026 • 129 Dilihat

R24, HALUT Pasca konflik antara desa Kira dan desa Duma beberapa waktu lalu, membuat masyarakat terutama dari unsur pemuda kedua desa tersebut sepakat melaksanakan Deklarasi Damai. Bertempat di perbatasan Desa Kira dan Desa Duma kecamatan Galela Barat Halmahera Utara. Jumat 10 April 2026.
Agenda penting ini dihadiri Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, Wakil Bupati,Dr. Kasman Hi Ahmad, Kapolres Halut AKBP. Erlichson Pasaribu, Dandim 1508/Tobelo yang di wakili oleh Danramil Galela Kapten Inf. Suharno,Kapolsek Galela Iptu Max Manolang, Camat Galela Barat Wadud Umar Show, anggota DPRD Kab. Halut Irwan Djam,Para pimpinan OPD Kab. Halut, Kades Desa Kira Fahrul Pandanga, Kades Duma Yoram Sumtaki,Tokoh masyarakat, Tokoh agama, Tokoh adat, Tokoh pemuda, siswa-siswi dan masyarakat setempat.
Pemuda desa Kira Nafiar menyampaikan bahwa
deklarasi ini jangan hanya sebatas seremonial tetapi harus berlanjut dan masyarakat kedua desa tetap hidup berdampingan dengan damai.
Jangan mudah terhasut dengan isu-isu provokasi yang dapat mengakibatkan terjadi masalah yang tidak diinginkan.
“Kami juga mengapresiasi dengan aparat keamanan yang sudah berupaya untuk menjaga keamanan.Serta unsur-unsur terkait yang boleh ada pada pelaksanaan Deklarasi Damai ini, ” ucap Nafiar.
Perwakilan Pemuda desa Duma Robin Balamau mengungkapkan, generasi yang saat ini bentrok adalah generasi yang tidak cinta damai. Masalah yang terjadi secara terus menerus merupakan masalah rentetan sosial yang membutuhkan perhatian dari orang tua sebagai guru yang ada di rumah untuk mengontrol anak mereka.
” Kami mengucapkan terima kasih kepada Aparat keamanan yang sudah melaksanakan tugas di desa kami ini”, ucap Robin.
Sementara Kapolres Halmahera Utara AKBP
Erlichson Pasaribu menjelaskan bahwa selama bertugas di Polres Halut dan sudah 4 kali terjadi perkelahian antar kampung di desa ini.Dari rentetan perkelahian antar kampung tersebut di sebabkan oleh salah paham di kalangan anak-anak remaja. Untuk itu peran orang tua sangat penting untuk mengontrol anak-anak yang ada di lingkungannya.
” Kita perlu untuk bekerja sama dan saling bergandengan tangan dalam menangani perkelahian antar kampung sehingga kedamaian selalu ada di wilayah ini.Polres Halut siap untuk membantu apabila ada gagasan atau ide untuk mengembangkan kegiatan kreatifitas anak muda yang ada di kedua desa ini.Supaya dengan kreativitas yang ada, kedua desa dari warga masyarakat bisa menjalin kekerabatan dan mempererat persaudaraan, ” imbuh Kapolres.
Pada kesempatan tersebut Dandim 1508/Tobelo yang diwakili oleh Danramil 1508-02/Galela Kapten Inf. Suharno mengatakan, perlu adanya perhatian serius kepada masyarakat terutama untuk generasi .Karena generasi saat ini berbeda dengan generasi yang dulu.
Danramil menegaskan kepada anak-anak khusus yang masih berusia sekolah, tidak ada yang berkeliaran diatas jam 10 malam.Sebagai aparat keamanan akan terus mengontrol keberadaan anak-anak tersebut.
“Kita semua bersaudara, jangan ada lagi kesalahpahaman yang mengakibatkan timbulnya permasalahan yang besar.
Terima kasih kepada semua aparat keamanan yang selalu melaksanakan tugas di wilayah ini, ” kata Danramil.
Pada sambutan berikutnya oleh Wakil Bupati Halmahera Utara Kasman Hi. Ahmad yang menyampaikan,Islam dan Kristen adalah satu di wilayah ini, sejak perjuangan Merah Putih Yasin gamsungi bersama 3 sahabatnya adalah dari Kristen, sehingga kita sebagai generasi saat ini harus jaga kebersamaan itu, jangan ada lagi pertikaian.
“Budaya kebersamaan dalam persatuan sebagai keluarga yang harus dipupuk sehingga kedamaian selalu terjaga. Dan sebagai orang tua wajib untuk mengontrol anak-anak supaya hidup mereka dapat terarah, sebagai wujud untuk menjaga generasi di masa depan, ” ujar Wabup.
Wabup mengungkapkan bahwa nilai yang tertinggi dalam peradaban adalah Kemanusiaan yang intinya adalah wujud perasaan kasih sayang sesama manusia dan merah putih harus selalu menjadi semangat untuk generasi muda di wilayah Halmahera Utara.
Pada agenda Deklarasi Damai Bupati Halmahera Utara juga menyampaikan kebanggaannya pada generasi muda desa Kira dan desa Duma. Juga
mengapresiasi masyarakat Galela karena terkait masalah tersebut masyarakat di Galela tetap menganggap masalah ini adalah masalah kelompok tertentu saja, dan bukan masalah komunitas agama.
Bupati mengajak untuk menjaga generasi agar kedepannya lebih baik. jika ada satu atau dua orang berbuat salah, agar yang lain mengamankan, jangan yang lain juga ikut-ikutan dalam permasalahan itu.Dengan bijak dalam bermedsos, jangan menjadi aktor penyebar isu yang tidak jelas, sehingga masyarakat lain dapat terprofokasi dengan postingan..
“Jaga kebersamaan, pupuk selalu kedamaian agar kita semua dapat menata masa depan karena masih banyak tanggungjawab yang menanti di masa depan kita.
Saya juga sampaikan agar pihak Kepolisian dapat bertindak tegas secara hukum untuk setiap pelaku penyebab perkelahian antar kampung,” tegas Bupati.
Setelah itu dilaksanakan pembacaan Naskah Deklarasi Damai Desa Kira dan Desa Duma,
yang di bacakan oleh Camat Galela barat dan di ikuti oleh seluruh masyarakat dari kedua Desa sebagai berikut menjaga keamanan dan ketertiban di Desa Duma dan Desa Kira,menolak segala tindakan anarkis dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu ketertiban umum, mendukung TNI dan POLRI dalam Upaya penegakkan hukum setiap tindakan anarkis dan mendukung pemerintah daerah dalam menegakan peraturan.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Naskah deklarasi damai desa Kira dan Desa Duma yang ditandatangani oleh Bupati, wakil Bupati, Kapolres, Danramil, Kapolsek Galela Camat Galela Barat , Kepala Desa Kira, Kepala Desa Duma, Tokoh masyarakat dan Tokoh Pemuda kedua Desa.
Setelah itu Penandatanganan Petisi oleh Bupati Halmahera Utara yang diikuti oleh pejabat dan masyarakat.Acara ini berlangsung khidmat ,penuh haru sarat makna dengan berjabat tangan saling minta maaf dengan genangan air mata antar warga kedua desa yang menandakan perdamaian dan kekeluargaan mulai terjalin kembali.
R24, HALUT-Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi yang penuh makna ini, Bupati Halmahera Uta...
R24, Lombok Barat, NTB — Bupati Halmahera Tengah menerima penghargaan pada ajang “Apresiasi Peme...
R24, LOMBOK- Penghargaan yang diberikan dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan percepatan penu...
R24. HALUT-Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua mendampingi Wakil Gubernur Maluku Utara selaku Ket...
R24, HAlTENG – Salah satu sumber daya perikanan unggulan di Desa Gemia, Kecamatan Patani Utara, Ka...
R24, HALTENG-Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil ...
As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no...
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!
R24, Halmahera Selatan- Industri pertambangan dan peleburan logam kerap dicitrakan sebagai dunia maskulin yang keras, bising, dan berisiko tingg...
R24, Sofifi– Tingkat kelulusan siswa jenjang SMA, SMK, dan SMA Luar Biasa (SLB) di Provinsi Maluku Utara tahun ajaran 2025/2026 mencapai 98,91...
R24, HALUT- Wabup juga menegaskan bahwa tahun 2027 akan menjadi periode strategis dalam perjalanan pembangunan daerah, sehingga diperlukan peren...

No comments yet.