Semangat Kemerdekaan Meriahkan Pulau Terluar dalam HUT ke-80 RI

Bendera merah putih di Wilayah Perbatasan Indonesia dan Palau

Redaksi24, Weda – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat kebersamaan dan nasionalisme terus membara di seluruh penjuru negeri, termasuk di wilayah-wilayah terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Pulau Liwo dan Pulau Sayafi yang berada di perbatasan Indonesia dengan Negara Palau.

Di Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, warga tengah mempersiapkan upacara pengibaran bendera Merah Putih yang akan digelar pada 17 Agustus 2025 mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana, Taher Abdul Karim, mengungkapkan bahwa upacara kemerdekaan kali ini akan dilaksanakan serentak di dua pulau, yaitu Pulau Liwo dan Pulau Sayafi. Kegiatan ini akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuda, tokoh adat, dan mahasiswa.

“Pelaksanaan upacara tahun ini akan kami pusatkan di Pulau Liwo dan Pulau Sayafi. Ini adalah bentuk kebersamaan kami dalam merayakan kemerdekaan bangsa,” ujar Taher dalam wawancaranya pada Jumat (14/8/2025).

Upacara kali ini mengusung tema “Sumber Daya Pertahanan dan Pangan Maritim Gugusan Pulau Terluar Indonesia Kawasan Perbatasan Negara,” yang dianggap sangat relevan dengan posisi kedua pulau tersebut sebagai bagian dari wilayah perbatasan Indonesia.

Taher menambahkan bahwa persiapan teknis, seperti pemasangan tiang bendera dan dekorasi merah putih, sudah dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta mahasiswa. Semua pihak bahu-membahu memastikan acara berjalan lancar.

“Upacara di pulau terluar ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirasakan di kota besar, tetapi juga di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan. Kami di perbatasan juga memiliki tekad kuat untuk menjaga kedaulatan dan cinta tanah air,” kata Taher.

Meski sarana dan prasarana di Pulau Liwo dan Pulau Sayafi masih terbatas, panitia tetap berupaya maksimal agar upacara dapat berlangsung sukses dan bermakna bagi seluruh peserta. Cuaca dan kondisi laut menjadi perhatian penting, mengingat sebagian peserta harus menyeberang antar-pulau untuk mengikuti upacara tersebut.

Dengan segala keterbatasan yang ada, upacara ini menjadi simbol semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air, yang terus menyala bahkan di wilayah terluar Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *