Breaking News
Categories
  • Advtorial
  • Business
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Nasional
  • Opini
  • Papua
  • Pariwisata
  • Technology
  • Pemkab Halut Akan Datangkan 7 Ton Cabai dari Surabaya, Tekan Harga di Maluku Utara

    • Okt 29 2026 • 18 Dilihat

    R24, TERNATE- Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara akan mendatangkan 7 ton cabai dari Surabaya, Jawa Timur, untuk mengantisipasi lonjakan harga dan menjaga ketersediaan pasokan pangan di Maluku Utara.

    Langkah ini dilakukan menyusul dampak kemarau panjang, erupsi Gunung Dukono, serta kebakaran hutan yang masih dirasakan masyarakat Halmahera Utara dan turut memengaruhi produksi serta ketersediaan sejumlah komoditas pangan, terutama cabai.

    Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, mengatakan pengiriman 7 ton cabai tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

    “Dan hari ini kita sudah melakukan pemuatan cabai dari Surabaya sebanyak 7 ton. Ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Malang,” ujar Piet Hein Babua.

    Ia menjelaskan, cabai merupakan salah satu komoditas pangan yang memengaruhi inflasi. Karena itu, pemerintah daerah mengambil langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan kenaikan harga di pasaran.

    Menurut Piet, fenomena El Niño turut mengganggu produksi pertanian, baik tanaman jangka pendek maupun jangka panjang. Kondisi tersebut menyebabkan produksi hortikultura di Halmahera Utara yang sebelumnya mengalami surplus kini mengalami defisit.

    Akibat keterbatasan pasokan, harga cabai di pasaran Halmahera Utara dilaporkan melonjak hingga Rp150 ribu sampai Rp180 ribu per kilogram.

    Melalui kerja sama antar daerah tersebut, pemerintah berharap harga cabai dapat ditekan hingga tidak melebihi Rp100 ribu per kilogram.

    Piet menambahkan, pemerintah daerah memanfaatkan kerja sama dengan daerah penghasil untuk memenuhi kebutuhan pangan ketika produksi lokal belum mencukupi permintaan masyarakat.

    Dari total 7 ton cabai yang didatangkan, sekitar tiga ton akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Halmahera Utara. Kebutuhan konsumsi cabai di daerah tersebut diperkirakan mencapai tiga ton per bulan.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Halmahera Utara, Nyoter Koenoe, mengatakan pengadaan cabai tersebut merupakan hasil kerja sama antar daerah yang difasilitasi Kementerian Perdagangan dan Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara, dengan dukungan Badan Pangan Nasional melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

    Program tersebut bertujuan mendukung kelancaran distribusi pangan dari daerah penghasil ke daerah yang membutuhkan, sehingga pasokan tetap terjaga dan gejolak harga dapat dikendalikan.

    Menurutnya, tambahan pasokan dari Jawa Timur diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menekan kenaikan harga cabai di pasaran.

    Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara berharap sinergi antara pemerintah pusat, Bank Indonesia, dan daerah penghasil terus diperkuat agar distribusi komoditas pangan berjalan lancar serta membantu menjaga stabilitas harga dan inflasi di Maluku Utara.

    Kegiatan forum pedangan peduli inflasi TPID Provinsi Maluku Utara masih berlangsung di Kantor Perwakilan bank inonesia Maluku Utara yang dihadiri, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara, Fadhil Muhammad, kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Halmahera Utara Nyoter Koenoe, dan sejumlah pedangang.

    Share to

    Related News

    Dialog” Bupati Buka peluang Investasi ...

    by • Okt 29 2026

    R24, TERNATE-Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, mendorong pengembangan hilirisasi sumber daya ...

    Ada Anggota Polisi di Sofifi Tekuni Budi...

    by • Sep 17 2026

    R24, SOFIFI — Budidaya melon hidroponik tidak hanya dilakukan oleh petani. Di Sofifi, Maluku Utara...

    Obi Tak Hanya Punya Tambang, Pertanian M...

    by • Sep 08 2026

     R24, HALSEL– Kemarau panjang sempat membuat petani di Desa Buton, Kecamatan Obi, nyaris menyerah...

    ISEI Malut Dorong Ekonomi Biru Jadi Stra...

    by • Agu 19 2026

    R24, TERNATE — Maluku Utara memiliki potensi perikanan yang diperkirakan mencapai 10 triliun per t...

    Program RINDANG BERSERI di 7 kecamatan d...

    by • Agu 14 2026

    R24, TERNATE-Di tengah ketidakpastian ekonomi global, tantangan perubahan iklim, serta dinamika dist...

    Audiensi dengan BWS Malut, Bupati Halut ...

    by • Agu 14 2026

    R24, HALUT — Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, menyempatkan diri melakukan audiensi dengan K...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    Other News

    Pertahankan WTP ke-10, Pemda dan DPRD Halut Res...


    R24, HALUT– Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan DPRD Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2025 dilaksanakan pada ...

    20 Jul 2026

    Everyday Tech: Ordinary Gadgets with Extraordin...


    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no...

    07 Feb 2024

    Pastikan Tata Ruang Tertib Di Halmhera Utara


    R24, HALUT-Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua hadir di acara penandatanganan Berita Acara Verifikasi Penanganan Indikasi Pelanggaran Pemanfa...

    29 Jul 2026

    Pemda Halut Raih Sertifikat Eliminasi Malaria d...


    R24, HALUT- Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menerima sertifikat eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pengharg...

    29 Jul 2026

    Menikmati Senja di Danau Kawinet di Halmahera T...


    R24, HATENG-Perjalanan darat dari Kecamatan Patani menuju Kota Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, memang bukan perjalanan yang sing...

    01 Agu 2026
    back to top