Breaking News
Categories
  • Advtorial
  • Business
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Nasional
  • Opini
  • Papua
  • Pariwisata
  • Technology
  • Obi Tak Hanya Punya Tambang, Pertanian Mulai Tumbuh Jadi Sektor Ekonomi

    Sep 08 202615 Dilihat

     R24, HALSEL– Kemarau panjang sempat membuat petani di Desa Buton, Kecamatan Obi, nyaris menyerah. Namun, dari lahan yang bertahan melewati cuaca tak menentu, Kelompok Tani Milenial memanen sedikitnya 6,5 ton padi per hektare—melampaui target panen nasional sebesar 5,7 ton per hektare.

    Panen dari lahan seluas 12,5 hektare tersebut menjadi panen perdana Kelompok Tani Milenial sekaligus bagian dari Panen Raya Padi bertema “Sinergi Membangun Negeri” yang digelar Senin (7/9). Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Halmahera Selatan Suryatmi Aldjokja, BPP Pertanian Obi, Forkopincam, serta perwakilan pemerintah desa di Kecamatan Obi.

    Berdasarkan hasil ubinan tim pendamping, produktivitas panen mencapai sedikitnya 6,5 ton per hektare. Petani menanam sejumlah varietas, antara lain Inpari, padi gogo, dan Mentik Wangi.

    Bagi petani, hasil tersebut bukan sekadar angka. Ketua Kelompok Tani Milenial Ruslan Kasman mengatakan, bibit yang pertama ditanam sempat mati setelah diguyur hujan. Ketika penanaman kembali dilakukan, kemarau panjang justru datang.

    “Kami sempat hampir putus asa. Kami tanam lagi, ternyata setelah itu kemarau panjang. Kami berterima kasih kepada pemerintah dan perusahaan yang terus mendampingi kami, termasuk dalam pengadaan irigasi, sehingga pengairan tetap lancar,” kata Ruslan.

    Bagi Suryatmi, panen tersebut menunjukkan perkembangan yang cepat. Saat pertama mengunjungi Desa Buton pada awal tahun, Kelompok Tani Milenial baru saja diresmikan. Kini, kelompok tersebut telah memasuki panen perdana.

    Menurutnya, penguatan ketahanan pangan masyarakat sejalan dengan konsep Agromaritim Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, yang mengintegrasikan pertanian, kelautan, dan perikanan untuk mengoptimalkan potensi darat dan laut Bumi Saruma secara terpadu dan berkelanjutan.

    “Dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak sangat diperlukan, termasuk pihak swasta. Kami serius berjuang meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Suryatmi. Ia juga mengapresiasi Harita Nickel yang terus mendampingi petani untuk mendukung program ketahanan pangan daerah.

    Pendampingan tersebut antara lain dilakukan melalui Sentra Ketahanan Pangan Obi (SENTANI). Dari semula dua kelompok, kini berkembang menjadi tiga kelompok tani, yakni Kelompok Tani Milenial, Akemoriri, dan Batu Putih. Ketiganya memiliki total 42 anggota dengan lahan garapan mencapai 30 hektare.

    Musim panen kali ini tidak hanya berlangsung di lahan Kelompok Tani Milenial. Dua kelompok lainnya, Akemoriri dan Batu Putih, juga dijadwalkan memanen pada musim ini. Total luasan lahan dari tiga kelompok yang akan dipanen sekitar 25 hektare dari total 30 hektar.

    Community Development Manager Harita Nickel Broto Suwarso mengatakan, hasil panen di tengah anomali cuaca menjadi pembelajaran bahwa pertanian Obi perlu terus beradaptasi dengan perubahan iklim sekaligus bertumpu pada pengetahuan masyarakat setempat.

    “Petani Obi memiliki kearifan lokal dalam membaca perubahan cuaca, kondisi lahan, dan ketersediaan air. Pengetahuan ini penting untuk dikembangkan agar pertanian semakin adaptif terhadap perubahan iklim dan mampu memperkuat ketahanan pangan,” kata Broto.

    Menurutnya, pendekatan tersebut dapat dilakukan dengan memilih varietas sesuai kondisi lahan, mengatur irigasi secara bergilir, serta memanfaatkan area kering untuk tanaman palawija. Minat masyarakat untuk bertani pun mulai tumbuh. Sekitar 15 warga berencana membentuk kelompok tani baru.

    Bagi Komunitas Pelangi (Perintis Kedaulatan Pangan Obi), yang beranggotakan para pegiat pertanian di Obi, pertumbuhan tersebut perlu diikuti dengan ekosistem yang memberi kepastian bagi petani. Ketua komunitas sekaligus perintis pertanian Desa Buton, Darwan Aduhasan, mengatakan pendampingan, irigasi, peralatan modern, dan kepastian status lahan penting agar petani berani mengembangkan usaha pertanian.

    “Pertanian bagi kami adalah masa depan, bukan masa lalu. Kita ingin membangun petani yang modern dan pertanian yang memakmurkan masyarakat,” ujarnya.

    Panen di Desa Buton menjadi gambaran awal bahwa pertanian Obi memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh. Dengan kolaborasi lintas sektor, penguatan pengetahuan lokal, dan dukungan yang berkelanjutan, sawah di Obi dapat menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan sekaligus menyiapkan masa depan masyarakat Halmahera Selatan.[]

     

    Share to

    Related News

    ISEI Malut Dorong Ekonomi Biru Jadi Stra...

    by Agu 19 2026

    R24, TERNATE — Maluku Utara memiliki potensi perikanan yang diperkirakan mencapai 10 triliun per t...

    Program RINDANG BERSERI di 7 kecamatan d...

    by Agu 14 2026

    R24, TERNATE-Di tengah ketidakpastian ekonomi global, tantangan perubahan iklim, serta dinamika dist...

    Audiensi dengan BWS Malut, Bupati Halut ...

    by Agu 14 2026

    R24, HALUT — Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, menyempatkan diri melakukan audiensi dengan K...

    Halmahera Utara Dapat Alokasi Cetak Sawa...

    by Agu 12 2026

    R24, HALUT— Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara mendapat alokasi program cetak sawah seluas 1.067...

    Baru Dilantik, Ketua PD FSP KEP SPSI Mal...

    by Agu 11 2026

    R24, MALUKU UTARA — Baru saja menerima amanah sebagai Ketua PD FSP KEP SPSI Maluku Utara, Aswar Sa...

    TIMPORA Halmahera Utara Perkuat Pengawas...

    by Jun 30 2026

    R24, HALUT-Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tobelo menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang A...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    Other News

    Pemkab Halmahera Utara Gandeng UGM, Unkhair, da...


    R24, HALUT– Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara kembali berkolaborasi dengan tiga perguruan tinggi dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN)...

    03 Jul 2026

    10 Personel Satgas Amole II 2025 Yon B Resimen ...


    R24, Ternate – Sebanyak 10 Personel Purna Tugas Satgas Amole II Tahun 2025 Yon B Resimen II Pelopor Pasukan Brimob III resmi kembali ke Kota T...

    21 Mei 2026

    Harita Nickel dan Wartawan Maluku Utara Gelar K...


    R24, Ternate — Harita Nickel bersama wartawan Maluku Utara yang berdomisili di Ternate melaksanakan kegiatan kurban bersama sebagai bagian akh...

    31 Mei 2026

    Bupati Halut Buka Rakor Penilaian Kerangka Acua...


    R24, HALUT-Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua,menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan dan Penilaian Formulir Kerangka Acuan Rencana Kegiatan...

    06 Agu 2026

    Gadgets on the Go: Top Tech for Business Travel...


    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no...

    07 Feb 2024
    back to top