Redaksi24@ • Sep 14 2026 • 4 Dilihat

R24, HALTENG-Topeng cokaiba diiringi tabuhan rebana dan lantunan zikir, menghidupkan suasana kampung di Halmahera Tengah Maluku Utara setiap tahun.
Sebuah tradisi unik yang hingga kini masih dijaga masyarakat, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi fanten, dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
Perpaduan budaya dan nilai religius ini, bukan sekadar atraksi, namun menjadi warisan yang terus hidup dan diturunkan dari generasi ke generasi. Dalam tradisi ini, atraksi tarian cokaiba menjadi salah satu yang paling menarik perhatian di desa kipai, kecamatan patani,kabupaten Halmahera Tengah. pada Sabtu sore Hingga minggu pagi.
Para penari mengenakan topeng khas cokaiba, sambil berjalan dan menari menuju lokasi fanten. Gerakan tarian cokaiba ini diiringi tabuhan rebana, serta syair-syair pujian dan salawat, dalam rangkaian perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan fanten ini rutin digelar masyarakat setiap tahun,sebagai bagian dari tradisi menyambut bulan maulid Nabi Muhammad SAW 1448 hijriah. Sebelum acara dimulai, para wanita yang biasanya disebut pasukan saldadu, mengenakan pakaian berwarna pink dan berjalan mengelilingi kampung.
Mereka menjadi penanda bahwa rangkaian fanten akan segera dimulai, sekaligus mengundang masyarakat untuk bersama-sama mengikuti tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi fanten tidak hanya menjadi warisan budaya masyarakat setempat, namun juga menjadi wujud pelestarian nilai-nilai keagamaan, kebersamaan dan kearifan lokaL, Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini terus dipertahankan, dengan melibatkan berbagai kalangan masyarakat, termasuk generasi muda desa .
Salah satu pemangku adat, umar hasan menerangkan, Kegiatan fanten ini pun berlanjut hingga malam dan bahkan sampai pagi hari. suasana di lokasi fanten semakin hidup, dengan zikir, sarafal anam atau barjanji, serta tabuhan rebana.
‘Kami berharap agar generasi ke generasi terus melestarikan adat dan budaya ini karena pesan leluhur kami harus dijaga dan dirawat dengan baik. Acara fanteng ini adalah saling memberi menjaga hubungan baik antar sesama manusia, ungkap umar.’
Suara zikir dan salawat yang terus berkumandang, menjadi bagian penting dalam rangkaian tradisi ini.
Bagi masyarakat kipai, fanten bukan sekadar sebuah perayaan, melainkan momen untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kebersamaan, sekaligus mengingat kembali nilai-nilai keislaman yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Tradisi cokaiba dan fanten pun terus dijaga, agar nilai budaya dan keagamaan di dalamnya/ tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Sementara kehadiran bupati ikram disambut dengan arakan tarian coka iba yang diiringi lantunan zikir dan salawat nabi, menghadirkan suasana sakral sekaligus meriah di tengah masyarakat. Tampak para kafilah fanten turut membawakan drama sejarah coka iba yang menggambarkan tradisi penyambutan kelahiran nabi Muhammad SAW.
Bupati ikram menyampaikan rasa terima kasih dapat kembali bersilaturahmi dengan masyarakat kipai-wailegi untuk ketiga kalinya melalui acara fanten ini. “alhamdulillah allah memberikan kesehatan dan rahmat sehingga kita bisa berjumpa lagi dalam acara fanten ini,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi kerja panitia atas terselenggaranya kegiatan tradisi fanten ini. Ia berharap tradisi fanten sebagai warisan leluhur ini tetap dijaga kelestariannya, namun diperkuat dengan regulasi yang lebih baik agar pelaksanaannya berjalan sesuai kesepakatan bersama pemerintah daerah.
“semoga dengan momentum ini kita selalu menjalin silaturahmi dan menjaga warisan leluhur ini bersama-sama,” pungkasnya.
R24.HALUT- Wakil Bupati Halmahera Utara (Halut), Kasman Ahmad, membuka Musyawarah Cabang (Muscab...
R24, Halut – Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Lemhannas RI menghadirkan dua tokoh global a...
R24, Ternate – Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) XV/1 Ternate yang baru, Letkol CPM An...
R24, HALUT-Ratusan jemaah melakukan serangkaian Sholat Istisqa yang dipusatkan langsung di Lapangan ...
R24, TERNATE-PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate melaksanakan kegiatan pelepasan tukik di...
R24, HALUT — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara bersama DPRD Halmahera Utara menyepakati Kebijak...
R24, TERNATE – Pawai Budaya dan Karnaval dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) berlangsung...
R24, HALUT -Nofebi Eteu, selaku kuasa hukum dari Piet Hein Babua menegaskan bahwa kliennya tidak pernah melakukan penyerobotan lahan warga di ...
R24, HALTENG_Nama Muhammad Uriel Algiffari perlahan mulai dikenal sebagai salah satu wajah generasi muda Halmahera Tengah yang tumbuh di tengah ...
R24, Sofifi– Tingkat kelulusan siswa jenjang SMA, SMK, dan SMA Luar Biasa (SLB) di Provinsi Maluku Utara tahun ajaran 2025/2026 mencapai 98,91...
R24, Ternate – Polres Ternate melalui Satuan Reserse Kriminal melaksanakan rekonstruksi dugaan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga ...

No comments yet.