R24, TERNATE – Festival Salawaku resmi digelar di kawasan Benteng Oranje, Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat sore (6/11/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara ini mengangkat filosofi Salawaku sebagai simbol ketangguhan dalam memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan Salawaku merupakan perisai tradisional khas Maluku Utara yang sejak dahulu digunakan para leluhur untuk melindungi diri dari berbagai ancaman.
Menurutnya, Salawaku bukan sekadar alat pertahanan, tetapi juga memiliki makna filosofis tentang ketangguhan dan kemampuan untuk bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Ia menjelaskan, filosofi tersebut sangat relevan dengan kondisi perekonomian saat ini, terutama di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global yang turut berdampak terhadap perekonomian daerah.
Dalam kondisi tersebut, UMKM memiliki peran strategis sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Sektor ini dinilai mampu menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan, bahkan ketika menghadapi berbagai tekanan ekonomi.
Oleh karena itu, Bank Indonesia menjadikan Salawaku sebagai simbol semangat bersama dalam mendorong penguatan UMKM agar semakin tangguh, adaptif, dan memiliki daya saing.
Melalui Festival Salawaku, pengembangan UMKM di Maluku Utara diharapkan terus diperkuat, mulai dari peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar hingga penguatan branding, sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang kuat dan berkelanjutan.
No comments yet.