Redaksi24@ • Agu 01 2026 • 139 Dilihat

R24, HATENG-Perjalanan darat dari Kecamatan Patani menuju Kota Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, memang bukan perjalanan yang singkat. Jalan yang membelah hutan tropis, perbukitan, dan kawasan industri membuat setiap kilometer menyuguhkan pemandangan yang berbeda. Namun, di tengah perjalanan panjang itu, terdapat sebuah tempat yang selalu berhasil mencuri perhatian para pelintas. Namanya Danau Kawinet.
Bagi masyarakat setempat, Danau Kawinet bukan sekadar hamparan air yang tenang. Tempat ini telah menjadi ruang berkumpul, lokasi melepas penat, sekaligus destinasi favorit untuk menikmati keindahan alam, terutama saat matahari mulai tenggelam.
Menjelang sore, suasana di sekitar danau perlahan berubah. Cahaya matahari yang semula terik mulai meredup, berganti semburat jingga keemasan yang memantul di permukaan air. Riak-riak kecil yang tertiup angin menciptakan lukisan alam yang begitu indah. Pepohonan hijau yang mengelilingi danau semakin menambah kesan sejuk dan menenangkan.
Tak heran jika setiap akhir pekan, kawasan ini dipadati warga yang datang bersama keluarga maupun sahabat. Ada yang sekadar duduk menikmati udara sore, ada pula yang mengabadikan momen dengan kamera ponsel. Semua larut dalam suasana damai yang jarang ditemukan di tengah hiruk pikuk aktivitas sehari-hari.
Keindahan Danau Kawinet semakin lengkap dengan hadirnya sebuah kedai kopi sederhana yang berdiri di puncak danau. Meski tampil sederhana, kedai ini menjadi tempat favorit para pengunjung untuk beristirahat. Dengan harga yang ramah di kantong, pengunjung dapat menikmati secangkir kopi hangat sambil memandang bentangan danau yang luas.
Bagi para pelintas yang menempuh perjalanan jauh, kedai kopi ini menjadi tempat persinggahan yang tepat. Duduk beberapa saat sambil menyeruput kopi hangat dan menikmati semilir angin sore mampu mengembalikan energi sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Salah seorang pengunjung, Mat, mengaku sengaja berhenti di Danau Kawinet setelah menempuh perjalanan dari Kecamatan Patani. Menurutnya, perjalanan menuju Kota Weda cukup melelahkan sehingga ia memilih beristirahat sejenak bersama rekan-rekan jurnalis.
“Perjalanan dari Patani ke Weda cukup jauh. Jadi kami mampir sebentar di sini bersama teman-teman jurnalis untuk menikmati kopi sambil melihat pemandangan alam. Tempat ini sangat nyaman untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” ungkapnya.
Saat senja mulai berakhir, perlahan langit berubah menjadi temaram. Secangkir kopi pun telah habis dinikmati. Waktu seolah berjalan begitu cepat ketika disuguhi panorama alam yang memanjakan mata. setelah dari kedai ini kamipun melajutkan perjalan kembali menuju kota weda.
R24, HALTENG- Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, menghadiri sekaligus meresmikan gedung ...
R24-HALTENG-Jika Anda mencari pengalaman kuliner yang lengkap di pusat Kota Weda, maka Cafe Resto Su...
R24, HALUT- Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V tahun 2026,tersisa 50 hari lagi tepatnya di laksanak...
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!
The killing of Hamas leader Saleh al-Arouri in a reported drone strike in Beirut will be perceived a...
President Joe Biden was visiting Mother Emanuel AME Church in Charleston, South Carolina, on a campa...
R24, HALUT- Bertempat di Sekolah Rakyat Rintisan Menengah Pertama 32 Halmahera Utara, Desa Gamsungi Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara ...
R24, TERNATE – Pawai Budaya dan Karnaval dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) berlangsung...
R24, HALTENG – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Rabu (6/5/2026), melakukan rotasi sejumlah jabatan dalam struktur Organisasi Perangkat D...
R24, HALTENG-Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XI Tingkat Kabupaten Halma...
R24, TERNATE- Area di samping Lapangan Salero, Kota Ternate Utara yang dulunya dikenal asri dan nyaman, kini justru menghadirkan pemandangan yan...

No comments yet.