R24, HATENG-Perjalanan darat dari Kecamatan Patani menuju Kota Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, memang bukan perjalanan yang singkat. Jalan yang membelah hutan tropis, perbukitan, dan kawasan industri membuat setiap kilometer menyuguhkan pemandangan yang berbeda. Namun, di tengah perjalanan panjang itu, terdapat sebuah tempat yang selalu berhasil mencuri perhatian para pelintas. Namanya Danau Kawinet.
Bagi masyarakat setempat, Danau Kawinet bukan sekadar hamparan air yang tenang. Tempat ini telah menjadi ruang berkumpul, lokasi melepas penat, sekaligus destinasi favorit untuk menikmati keindahan alam, terutama saat matahari mulai tenggelam.
Menjelang sore, suasana di sekitar danau perlahan berubah. Cahaya matahari yang semula terik mulai meredup, berganti semburat jingga keemasan yang memantul di permukaan air. Riak-riak kecil yang tertiup angin menciptakan lukisan alam yang begitu indah. Pepohonan hijau yang mengelilingi danau semakin menambah kesan sejuk dan menenangkan.
Tak heran jika setiap akhir pekan, kawasan ini dipadati warga yang datang bersama keluarga maupun sahabat. Ada yang sekadar duduk menikmati udara sore, ada pula yang mengabadikan momen dengan kamera ponsel. Semua larut dalam suasana damai yang jarang ditemukan di tengah hiruk pikuk aktivitas sehari-hari.
Keindahan Danau Kawinet semakin lengkap dengan hadirnya sebuah kedai kopi sederhana yang berdiri di puncak danau. Meski tampil sederhana, kedai ini menjadi tempat favorit para pengunjung untuk beristirahat. Dengan harga yang ramah di kantong, pengunjung dapat menikmati secangkir kopi hangat sambil memandang bentangan danau yang luas.
Bagi para pelintas yang menempuh perjalanan jauh, kedai kopi ini menjadi tempat persinggahan yang tepat. Duduk beberapa saat sambil menyeruput kopi hangat dan menikmati semilir angin sore mampu mengembalikan energi sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Salah seorang pengunjung, Mat, mengaku sengaja berhenti di Danau Kawinet setelah menempuh perjalanan dari Kecamatan Patani. Menurutnya, perjalanan menuju Kota Weda cukup melelahkan sehingga ia memilih beristirahat sejenak bersama rekan-rekan jurnalis.
“Perjalanan dari Patani ke Weda cukup jauh. Jadi kami mampir sebentar di sini bersama teman-teman jurnalis untuk menikmati kopi sambil melihat pemandangan alam. Tempat ini sangat nyaman untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” ungkapnya.
Saat senja mulai berakhir, perlahan langit berubah menjadi temaram. Secangkir kopi pun telah habis dinikmati. Waktu seolah berjalan begitu cepat ketika disuguhi panorama alam yang memanjakan mata. setelah dari kedai ini kamipun melajutkan perjalan kembali menuju kota weda.
No comments yet.