R24, Ternate — Proses tender proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu (GLT) SBSN Universitas Khairun memasuki babak baru, setelah PT Poloenro Arta Konstruksi resmi mengajukan sanggahan terhadap penetapan pemenang tender yang menetapkan WSBP–DJM, KSO.
Sanggahan tersebut diajukan menyusul dugaan ketidaksesuaian pemenuhan persyaratan teknis oleh pemenang, khususnya terkait kewajiban penggunaan subkontraktor lokal sebagaimana diatur dalam Dokumen Pemilihan BAB IV Lembar Data Pemilihan.
Direktur PT Poloenro Arta Konstruksi, Tajuddin Nur dari keteranag surat pertanggal 13/april/ 26) menyebut, ketentuan penggunaan subkontraktor lokal merupakan syarat wajib yang harus dibuktikan dalam dokumen penawaran.
Namun, pihaknya mengaku tidak menemukan adanya komitmen maupun rincian kerja sama subkontrak dengan penyedia lokal dalam dokumen penawaran pemenang.
Menurutnya, apabila ketentuan itu diterapkan secara konsisten, maka penawaran pemenang seharusnya dinyatakan gugur pada tahap evaluasi teknis.
Berdasarkan penelusuran perusahaan, jumlah penyedia jasa konstruksi kecil di Maluku Utara yang memenuhi kriteria untuk pekerjaan tersebut sangat terbatas.
Bahkan, disebut satu-satunya penyedia yang memenuhi syarat yakni PT Spectratama Perkasa dan PT Anvemy Mulia Abadi.
Kondisi ini dinilai membuka peluang bagi PT Spectratama Perkasa dan PT Anvemy Mulia Abadi untuk melanjutkan tahapan tender apabila Pokja menerima sanggahan dan melakukan evaluasi ulang terhadap hasil penetapan pemenang.
Dalam surat sanggahan, PT Poloenro Arta Konstruksi meminta Pokja segera melakukan evaluasi ulang secara menyeluruh dan transparan, membatalkan penetapan pemenang saat ini, serta menetapkan pemenang baru sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sanggahan ini merupakan bentuk komitmen kami menjaga integritas dan akuntabilitas proses pengadaan,” tegas Tajuddin.
Kini perhatian tertuju pada langkah Pokja Pemilihan dalam merespons sanggahan tersebut, yang dinilai dapat menentukan arah lanjutan proses tender proyek strategis di lingkungan Universitas Khairun itu.
hingga berita ini publikasi tim redaksi masih dalam upaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkaid
No comments yet.