R24, HALTENG-Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menunjukkan respons cepat dalam menangani krisis air yang berdampak pada sektor pertanian akibat fenomena El Nino.
Usai meresmikan gedung baru Pondok Pesantren Al-Fatah Sunan Ampel, Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, didampingi Kepala Dinas Pertanian Lutfi Tutupuho, langsung meninjau kondisi jaringan irigasi di lahan pertanian Desa Wairoro, Kecamatan Weda Selatan, Senin (4/5/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan Dinas Pertanian bersama tim teknis terkait kekeringan yang sempat menghambat aktivitas pertanian masyarakat. Dampak El Nino menyebabkan berkurangnya pasokan air, sehingga sejumlah lahan sawah tidak dapat digarap secara optimal.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian segera mengambil langkah strategis dengan membangun bendungan di bagian hilir menuju Desa Wairoro Indah. Pembangunan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga dan dapat mengaliri areal persawahan warga secara berkelanjutan.
“Pada musim kemarau, arahan Bupati sangat jelas, harus segera dicarikan solusi agar petani tetap mendapatkan pasokan air. Karena itu, kami membangun bendungan di hilir untuk mengalirkan air ke areal persawahan,” ujar Kepala Dinas Pertanian.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Dalam beberapa hari terakhir, distribusi air ke lahan pertanian telah kembali normal. Para petani pun mulai kembali mengolah sawah mereka setelah sebelumnya terdampak kekeringan.
“Saat ini air sudah lancar. Dalam satu hingga dua hari terakhir, petani mulai turun ke sawah. Tahun ini ditargetkan luas tanam mencapai 100 hektar per musim, dengan dua kali musim tanam, sehingga totalnya bisa mencapai 200 hektar dalam setahun,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur pendukung, guna menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
No comments yet.