Redaksi24@ • Mei 08 2026 • 23 Dilihat

R24, HALUT Gunung Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara kembali mengalami erupsi pada Jumat pagi (8/5/2026) sekitar pukul 07.41 WIT. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 10 ribu meter di atas puncak atau sekitar 11.087 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu terpantau berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara. Erupsi juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Dukono, Bambang Sugiono mengatakan aktivitas vulkanik masih berlangsung hingga saat ini dan disertai suara dentuman serta gemuruh dari kawah gunung.
“Terjadi letusan pada pukul 07.41 WIT dengan ketinggian abu letusan mencapai 10 ribu meter dari bibir kawah, condong ke arah utara dan saat ini masih terjadi dentuman dan suara gemuruh,” ujarnya.
Saat ini status Gunung Dukono masih berada pada Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki maupun mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.
Warga di sekitar Gunung Dukono juga diminta selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
Sementara Informasi Dari Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu menjelaskan evakuasi terhadap sekitar 20 pendaki yang terdiri dari 9 warga negara asing dan 11 warga lokal masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Polres, BPBD, dan Basarnas di kawasan gunung yang mengalami erupsi.
Berdasarkan informasi, dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu pendaki lainnya masih dinyatakan hilang. Tim gabungan saat ini terus berupaya mengevakuasi para korban dan pendaki yang masih berada di lokasi terdampak.
Namun proses evakuasi menghadapi kendala akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung. Letusan gunung yang terjadi secara berkala dinilai membahayakan keselamatan tim evakuasi sehingga petugas harus bergerak dengan sangat hati-hati.
Hingga kini, aparat bersama tim penyelamat masih melakukan pemantauan intensif di sekitar lokasi sambil menunggu kondisi lebih aman untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban.
R24, Sofifi– Tingkat kelulusan siswa jenjang SMA, SMK, dan SMA Luar Biasa (SLB) di Provinsi Maluku...
R24, TERNATE_Musrenbang RKPD Provinsi Maluku Utara yang digelar di Hotel Bela pada Kamis pagi, 7 Mei...
R24, HALSEL Keberlanjutan lingkungan sering dipahami sebagai isu besar. Padahal, ia hidup dalam kese...
R24, HALUT- Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua,selaku Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Pen...
R24, HALTENG – Sekelompok emak-emak di Desa Baka Jaya, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tenga...
R24, Sofifi – Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi meluncurkan seleksi Sekolah Kedinasan pola pe...


R24, HALTENG – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Rabu (6/5/2026), melakukan rotasi sejumlah jabatan dalam struktur Organisasi Perangkat D...
R24, TERNATE-Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara ii dalam penilaian kinerja 8 aks...
R24, HALUT-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) menggelar rapat Paripurna penyerahan catatan dan rekomendasi ...
R24, TENGAH-Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, bersama Wakil Bupati Ahlan Djumadil, menghadiri kegiatan IWIP Award Ke-4 dalam rangka...
R24, HALTENG-Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menunjukkan respons cepat dalam menangani krisis air yang berdampak pada sektor pertanian aki...

No comments yet.