R24, Sofifi – Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi meluncurkan seleksi Sekolah Kedinasan pola pembibitan tahun 2026 yang diperuntukkan bagi putra-putri daerah.
Program ini diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara, Sofifi, Sabtu (2/5/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku Utara, Zulkifli Bian, mengatakan program ini menjadi kesempatan emas bagi generasi muda daerah untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Sekolah kedinasan bukan sekadar melanjutkan pendidikan, tetapi juga wujud pengabdian bagi putra-putri daerah untuk berkontribusi di Pemerintah Provinsi Maluku Utara,” ujar Zulkifli.
Menurutnya, melalui kerja sama dengan sejumlah sekolah kedinasan nasional seperti Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), peluang bagi putra-putri daerah untuk bersaing secara nasional semakin terbuka.
“Melalui STIS, STAN, dan STTD, kesempatan terbuka lebar bagi putra-putri daerah untuk berkembang, bersaing secara kompetitif, dan menjadi ASN profesional,” tambahnya.
Program ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan kedinasan bagi generasi muda Maluku Utara. Selain mendapatkan pendidikan berkualitas nasional, peserta yang lulus juga berpeluang diangkat langsung menjadi ASN.
Untuk tahun 2026, total kuota yang disediakan sebanyak 26 orang, dengan rincian 10 kuota untuk STAN, 10 kuota untuk STTD, dan 6 kuota untuk STIS. Skema pembiayaan dilakukan secara bersama, yakni 60 persen ditanggung Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan 40 persen oleh peserta.
Zulkifli menegaskan, seleksi akan dilakukan secara terpusat oleh masing-masing perguruan tinggi dengan sistem yang transparan. Pemerintah daerah juga menetapkan sejumlah persyaratan khusus, di antaranya peserta harus merupakan putra-putri daerah Maluku Utara, berdomisili minimal 10 tahun, serta memiliki salah satu orang tua asli daerah.
“Jangan lewatkan kesempatan ini dan jangan lupa daftar. Ini masih tahap launching, untuk link pendaftaran akan segera diumumkan,” pungkasnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing untuk mendukung pembangunan daerah.
No comments yet.